SELAMAT DATANG DI WEBSITE MADRASAH IBTIDAIYAH AL FATAH-MADRASAH MAJU, BERMUTU, MENDUNIA
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

BUKU PANDUAN DOA MI AL FATAH (EDISI REVISI, 2018) TELAH TERBIT

Al Fatah Online - Sebagai upaya untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran , Bulan Februari ini MI Al Fatah telah menerbitkan Buku Panduan Doa (Edisi Revisi, 2018) sebagai perbaikan atas buku serupa yang telah terbit pada tahun sebelumnya. Dengan terbitnya buku ini diharapkan mampu menjadi sumber belajar baik bagi peserta didik maupun pendidik MI Al Fatah dan mampu meningkatkan kompetensi spiritual bagi seluruh peserta didik dan pendidik.

Sebagaimana yang telah menjadi tradisi MI Al Fatah, buku akan menjadi pegangan peserta didik ketika berdoa bersama setiap pagi dan setiap kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi spiritual.

Buku panduan doa ini berisi tuntunan bacaan shalat fardlu dan sunnah, tahlil, istighotsah, shalawat, serta berbagai macam doa dan wirid yang menjadi tradisi masyarakat sesuai ajaran Islam Ahlussunnah wal jama'ah. Ini sesuai dengan visi MI Al Fatah yang berupaya mewujudkan generasi yang beriman dan bertaqwa sesuai ajaran Islam ahlussunnah wal jama'ah. (mff)

Jumat, 21 Oktober 2016

PARTISIPASI 1 MILYAR SHALAWAT NARIYAH UNTUK KESELAMATAN BANGSA, KELUARGA BESAR MI AL FATAH MEMBACA SHALAWAT NARIYAH BERJAMAAH

Al Fatah Online - Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober Tahun 2016 ini merupakan peringatan Hari Santri Nasional yang kedua. Tahun terasa berbeda karena selain kirab dan upacara, pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016 ini juga diselenggarakan pembacaan 1 milyar shalawat nariyah secara nasional untuk keselamatan bangsa. Meskipun sejatinya sesuai intruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pelaksanaan pembacaan shalawat nariyah ini masih nanti malam, tapi MI Al Fatah mendahului pada Jumat pagi ini (21/10) karena menyesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar.

Jumat, 22 April 2016

Merasa Jagoan? Berani Ikut Tarung Bebas di Pesantren Ini?

Ilustrasi (www.cifaclub.com)
Probolinggo, NU OnlinePagelaran “Tarung Bebas” kembali diselenggarakan di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, pada 30 April 2016. Ajang ini bakal menjadi wahana unjuk kebolehan para petarung di atas ring dengan disaksikan puluhan ribu penonton. 

Dibanding pertunjukan silat lainnya, tarung bebas terbilang istimewa lantaran tak mengandung unsur rekayasa. Pesertanya pun tidak khusus pendekar dari perguruan silat. Para petarung bisa siapa pun, mulai dari preman, santri, tukang becak, dan lainnya. Para pesilat tidak hanya dari kalangan Pencak Silat NU Pagar Nusa tetapi juga dari Setia Hati, Tapak Suci, Taekwondo, Wing Chun, Boxing, dan lain sebagainya.

Selasa, 19 April 2016

Logo Harlah Ke-93 NU Resmi Diluncurkan

Jakarta, NU Online
Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengeluarkan logo peringatan harlah ke 93 NU. Logo tersebut resmi diluncurkan setelah sebelumnya tema harlah diputuskan.

Tema yang diangkat dalam harlah ke-93 NU tahun ini adalah “Menyebarkan Islam yang Damai dan Toleran”. Tema tersebut merupakan refleksi dan hasil diskusi yang dilakukan PBNU setelah melihat realitas terkini.

Sabtu, 16 April 2016

Mengagumkan, Membaca Ini Orang Tak Akan Lagi Meremehkan Orang Pesantren

Cinta Tanah Air. Pesantren Alimdad Upacara Bendera, Memperingati Kemerdekaan Indonesia (Foto: http://www.arrahmah.co.id/)
PENDIDIKAN PESANTREN, ARRAHMAH.CO.ID - Santri pondok pesantren itu ampuh. Di tanah Jawa ini, yang paling ditakuti (penjajah) Belanda adalah santri dan tarekat (thariqah).

Ada seorang santri yang juga penganut thariqah, namanya Abdul Hamid. Ia lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH. Hasan Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kyai Taftazani Kertosuro.

Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH. Baidlowi Bagelen yang dikebumikan di Glodegan, Bantul, Jogjakarta. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Fathul Majid, Karya Ulama Asal Palembang Akhir Abad XIX

Fathul Majid (Foto: http://www.nu.or.id/)
Al Fatah Online - Satu lagi koleksi langka kitab karangan ulama Nusantara yang ditulis dalam bahasa Arab dan terbit di Timur Tengah pada akhir abad ke-19 M adalah “Fathul-Majid ala Jauharatit-Tauhid”, karangan seorang ulama asal Palembang, Husain ibn Umar al-Falambani. Kitab tersebut berjudul. Kitab ini dicetak di Maktabah al-Syarq, Kairo (tanpa tahun).

Kamis, 17 Maret 2016

Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Foto: http://www.nu.or.id/)
Jakarta, NU Online
Alunan shalawat Nabi mengiringi peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan PBNU, Rabu (16/3) di lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta. Puluhan Habib Se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) turut hadir meramaikan kegiatan tersebut. 

Setelah pembacaan shalawat burdah, acara disusul dengan sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan perwakilan Habaib se-Jabodetabek Habib Husein bin Hamid Al-Attas.

Jumat, 11 Maret 2016

Sowan ke PBNU, Syekh Taufiq Al-Buthi Curhat soal Konflik Suriah

Syekh Muhammad Taufiq Ramadlan Al-Buthi
(Foto: 
http://www.nu.or.id/)
Jakarta, NU OnlineDi sela-sela kesibukan mengisi seminar di beberapa kota di Indonesia, Syekh Muhammad Taufiq Ramadlan Al-Buthi mengunjungi Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin di Lantai 4 Gedung PBNU pada Kamis (10/3). Maksud kedatangan Ketua Persatuan Ulama Suriah ini adalah untuk menguatkan hubungan akademis antara ulama Suriah dan Indonesia.

Senyum terkembang di bibirnya saat bertemu dengan Kiai Ma’ruf Amin. Putra Said Ramadlan Al-Buthi merasa senang bisa berkunjung ke kantor PBNU. Syekh Taufiq menyampaikan beberapa hal kepada Kiai Ma’ruf terkait dengan situasi dan kondisi yang ada di Suriah. 


“Suriah juga seperti Indonesia yakni terdiri dari beberapa suku, agama, dan bahasa. Selama ini Suriah aman-aman saja dan tidak ada konflik, namun setelah ada campur tangan dari pihak maka terjadi konflik yang tak berkesudahan,” jelas Al-Buthi.

Rabu, 09 Maret 2016

MI AL FATAH GELAR SHALAT GERHANA MATAHARI 2016




Al Fatah OnlinePeristiwa alam langka terjadinya gerhana matahari total, benar-benar di manfaatkan oleh MI Al Fatah. Pada hari Rabu (9/3), seluruh keluarga besar MI Al Fatah menggelar shalat gerhana matahari (kusyuf). Bertempat di halaman MI Al Fatah, shalat gerhana matahari tersebut diikuti kurang lebih 200 orang yang terdiri atas peserta didik, guru, karyawan, dan simpatisan MI Al Fatah. Pukul 05.30 para jamaah sudah berbondong-bondong karena shalat gerhana tersebut dimulai pukul 06.21 ketika gerhana matahari untuk wilayah malang mulai terjadi.

Selasa, 08 Maret 2016

Suara Keras Atau Lirih Dalam Salat Gerhama Matahari?

Suara Keras Atau Lirih Dalam Salat Gerhama Matahari?
وقال البغوي في “شرح السنة” 4/382-383: اختلف أهل العلم في القراءة في صلاة كسوف الشمس، فذهب قوم إلى أنه يجهر بالقراءة كما في صلاة الجمعة والعيدين، وهو قول مالك وأحمد وإسحاق (قلنا: وهو أيضا قول أبي يوسف ومحمد بن الحسن صاحبي أبي حنيفة، وابن خزيمة وابن المنذر وغيرهما من محدثي الشافعية) .وذهب قوم إلى أنه يسر فيها بالقراءة، وهو قول الشافعي وأصحاب الرأي
al-Baghawi berkata: “Ulama beda pendapat dalam bacaan saat gerhana matahari. Sebagian mengeraskan suara seperti dalam salat Jumat dan dua Hari Raya. Ini pendapat Imam Malik dan ImamAhmad…. Menurut ulama yang lain suara dilirihkan, ini pendapat Imam Syafii (Syarah al-Sunnah, 4/382-383)

Senin, 07 Maret 2016

Sholat Gerhana

Sebagian orang menganggap terjadinya gerhana matahari dan bulan sebagai gejala alam biasa, sebagai peristiwa ilmiah yang bisa dinalar. Gerhana sekedar menjadi tontonan menarik yang bisa disaksikan beramai-ramai bersama keluarga dan handai tolan. Namun bagi yang merasa tunduk kepada keagungan Sang Perncipta, Allah SWT, gerhana adalah peristiwa penting yang secara gamblang menunjukkan bahwa ada kekuatan Yang Maha Agung di luar batas kemampuan manusia; manusia yang paling merasa faham ilmu alam sekalipun. Mereka yang merasa rendah di hadapan Sang Pencipta akan menadahkan muka, menghadap Allah, mengerjakan shalat secara berjamaah. Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan untuk itu.

Khotbah Gerhana: Berdoalah, Bartakbirlah, Bersedekahlah!

Khotbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِي خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِي جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةً وَّسُرُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلاَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ . اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ.
وقال أيضاً: هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ . مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ . يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Jamaah a‘zakumullah,
Sebagian besar kita kerap salah paham, begitu kata “ayat-ayat Allah” disebutkan maka yang tergambar hanya teks Al-Qur’an. Padahal, Allah menciptakan ayat bukan semata huruf-huruf atau lafal-lafal suci. Ayat secara bahasa berarti tanda. Apa itu tanda? Tanda adalah sarana yang dianggap representasi dari kehadiran sesuatu. Allah menciptakan tanda akan keberadaan Diri-Nya bukan melalui Al-Qur’an saja. Alam semesta dan diri kita pun adalah bagian dari tanda alias ayat-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
“Kami (Allah) akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?“ (QS Fushshilat [41]:53 )

Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba

Menurut taksiran ahli astronomi dan ahli falak, gerhana matahari akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Di hari itu kita akan melihat fenomena alam yang tidak ditemukan biasanya pada hari lain.

Adanya gerhana ini secara tidak langsung membantah keyakinan orang yang menuhankan matahari dan bulan. Kedua benda langit tersebut tidak selamanya bercahaya. Pada suatu saat dia akan meredup. Ini juga menunjukan bahwa matahari dan bulan adalah makhluk Tuhan. Andaikan ia berkuasa atas dirinya, tentu dia akan selalu bersinar dan bercahaya.

Sabtu, 05 Maret 2016

KH R. As'ad Syamsul Arifin Mengawal Negara dari Tapal Kuda

KH. R. As'ad Syamsul Arifin (Foto: http://www.nu.or.id/)
Oleh: Munawir Aziz,Kiai Raden As'ad Syamsul Arifin lahir pada 1897 M/1315 H di Syi'ib Ali, Makkah dari pasangan Raden Ibrahim dan Siti Maemunah. Ketika As'ad kecil lahir, oleh ayahnya, bayi mungil itu langsung dipeluk untuk dibawa menuju Ka'bah. Jarak sejauh 200 meter antara Syi'ib Ali dan Ka'bah tidak menjadi halangan untuk membawa bayi ini mendekat ke pusaran suci umat muslim. Raden Ibrahim kemudian membisikkan adzan dan memberi bayi itu nama As'ad.

PBNU BUKA KOMPETISI ESAI ISLAM NUSANTARA

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka kompetisi esai dengan topik Islam Nusantara. Lomba yang digawangi oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU ini digelar untuk mendukung pertemuan besar yakni ‘Interntional Summit of The Moderate Islamic Leaders’ (Isomil). 

Acara pertemuan antara para pemimpin negara dan organisasi Islam se-dunia ini akan diselenggarakan 9-11 Mei 2016 mendatang di Jakarta dengan mengambil tema ‘Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia’. (Baca: PBNU Agendakan International Summit of The Moderate Islamic Leaders

Minggu, 28 Februari 2016

Debat Teologi KH Wahab Chasbullah dengan Gubernur Hindia Belanda

KH. Wahab Chasbullah (Foto: http://www.nu.or.id/)
Dalam suatu kesempatan diplomasi antara Van der Plas (Gubernur Hindia Belanda untuk wilayah Jawa Timur sebelum Jepang mengalahkan Belanda tahun 1942) dengan KH A Wahab Chasbullah, diceritakan sebelum masuk ke pembicaraan inti, Van der Plas terlebih dahulu hendak menguji kecakapan Kiai Wahab Chasbullah dalam bidang teologi. 
Ia mengajukan satu pertanyaan  dan lewat pertanyaan ini ia menduga Kiai Wahab akan terperangkap pada pertanyaan pembuka tersebut.

“Kiai, menurut Kiai lebih enak dan nyaman mana antara bernaung di bawah pohon hidup dengan bernaung di bawah pohon yang mati,” tanya Van der Plas.
Demi mendengar pertanyaan di atas, Kiai Wabab langsung paham, bahwa yang dimaksud dengan “pohon mati” dan “pohon hidup” dalam kalimat pertanyaan tersebut bukanlah arti harfiah atau makna hakiki yang dikehendaki Van der Plas, melainkan arti majazi, ada makna tersirat dalam kalimat tersebut yang sengaja disajikan secara implisit untuk menjebaknya di awal pembicaraan.

Jumat, 26 Februari 2016

Penjelasan Seputar Sejarah dan Fiqih Gerhana

Foto: Antara
Foto: Antara
Oleh Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
Shalat wajib 5 waktu disyariatkan saat peristiwa Isra' dan Mi'raj. Adapun Isra' dan Mi'raj terjadi pada hari Senin Legi tanggal 27 Rajab –3 H (hijriah)/19 Maret 619 M (masehi). Sebagian riwayat mengatakan 16 bulan sebelum hijrah, sebagian lagi mengatakan 5 tahun sebelum hijrah. Sedangkan shalat gerhana baru disyariatkan 6 tahun 2 bulan setelah Isra' dan Mi’raj. Shalat gerhana disyariatkan pertama kali pada tahun ke-5 hijrah, yakni ketika terjadi gerhana bulan total pada malam Rabu 14 Jumadal Akhirah 4 H, bertepatan dengan 20 November 625 M.

Kompas Cetak: NU Online, Islam Moderat di Dunia Maya


Jakarta, Muslimedianews ~ Harian Kompas edisi Senin, 11/1/2016 memuat artikel tentang Situs Resmi Nahdlatul Ulama, NU Online di kolom teratas halaman 4 rubrik politik dan hukum dengan judul ‘NU Online: Islam Moderat di Dunia Maya’. Dalam artikel yang ditulis oleh Wartawan Kompas Antony Lee tersebut, NU Online dinilai menjadi rujukan informasi dan wacana keislaman moderat di dunia maya.

Dalam artikel sepanjang 16 paragraf itu, Antony Lee menggali informasi dari pemimpin redaksi (Pimred) NU Online, Ahamd Mukafi Niam, Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, Juri Ardiantoro, Pengajar Sosiologi Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Triyono Lukmantoro, dan reporter senior BBC, Peter Taylor.

Rabu, 24 Februari 2016

Kebangkitan Pelajar NU: Dari Refleksi Menuju Proyeksi


Oleh W Eka Wahyudi


"Tjita2 daripada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ialah membentuk manusia jang berilmu, tetapi bukan manusia calon kasta elite dalam masyarakat. Tidak. Kita menginginkan masyarakat jang berilmu. Tetapi jang dekat dengan masyarakat."

Itulah petikan pidato KH Tolchah Mansoer dalam Muktamar ke-4 IPNU di Yogjakarta, 11 Februari 1961. Dalam sambutannya, Kiai Tolchah menegaskan kembali bahwa poin terpenting dari berdirinya IPNU adalah berorientasi pada dua arus utama; intelektualitas dan responsibilitas. 

Selasa, 23 Februari 2016

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Kepala Perpusnas RI Hj Sri Sularsih (kiri).

Jakarta, NU Online
Banyaknya karya ulama Nusantara berupa manuskrip maupun kitab serta dokumen-dokuemn primer NU menjadi perhatian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk melakukan digitalisasi.